Korban Tewas Miras Oplosan di Sleman Bertambah Jadi 24 Orang

Basuki Rahmat, CNN Indonesia | Minggu, 07/02/2016 22:17 WIB
Korban Tewas Miras Oplosan di Sleman Bertambah Jadi 24 Orang Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi pabrik pembuatan minuman keras oplosan.(ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Sleman, CNN Indonesia -- Jumlah korban tewas akibat minuman keras oplosan di Sleman, DIY, terus bertambah. Dari sebelumnya 21 orang menjadi 24 orang dan masih ada puluhan lainnya yang masih dirawat di rumah sakit seperti RSUP Sardjito dan RS Bethesda.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman AKP Sepuh Siregar mengungkapkan penambahan jumlah korban tewas itu saat menggelar olah tempat kejadian perkara di rumah tersangka Sasongko, peracik minunam keras oplosan maut.

"Ada laporan korban tewas akibat minuman keras oplosan bertambah lagi dan masih banyak dirawat di rumah sakit," ujar Sepuh di lokasi olah TKP di Jalan Adisutjipto, Dusun Ambarrukmo Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu sore (7/2), seperti dikutip Antara.


Sepuh mengingatkan ke masyarakat agar lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak jelas cara memproduksinya.

"Apalagi, seperti yang dilakukan tersangka yang meracik miras dengan asal-asalan dan tidak mempertimbangkan dampaknya," tutur dia.

Sementara itu dalam olah TKP yang dilakukan di rumah tersangka tersebut difokuskan di tempat penyimpanan botol kemasan minuman keras dan lokasi peracikan di dapur sisi belakang yang berdekatan dengan sumur.

Polisi berupaya mengumpulkan sejumlah barang yang diduga sebagai bahan dan alat untuk mengoplos minuman keras, mulai dari perasa buah, air mineral, dan botol air mineral.

Petugas juga mengamankan beberapa benda atau bahan mencurigakan seperti tawas dari dalam kamar yang diduga sebagai penjernih miras setelah dioplos.

"Dalam olah TKP kami menemukan obat serangga cair di dalam rumah tersangka," ujar Sepuh. (obs/obs)