"Data kami dan pengakuan tersangka itu masih 15 orang, tapi kami dapatkan dari tim di lapangan itu hampir mencapai 30 orang," ujar Arie di Balai Media dan Informasi Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/2).
Dengan bertambahnya jumlah korban yang cukup signifikan ini, lanjut Arie, pihaknya akan menggali terus informasi baru, termasuk soal keterkaitan dengan tiga tersangka yang ditangkap sebelumnya.
"Kami akan terus cari informasi-informasi ini, apakah semua itu terkait dengan tiga tersangka tersebut atau bukan. Harap maklum dan sabar, fokus kami sekarang klarifikasi dokumen yang terkait," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah sakitnya C, AW dan C di Jakarta semua," kata Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Komisaris Besar Hadi Ramdani.
Hadi mengatakan, korban diperiksa di rumah sakit C, kemudian dirujuk ke AW. Setelah itu, dia dioperasi di rumah sakit C yang lain.
"Semua kami cek. Sementara karena itu untuk kesehatan, tidak ada kejanggalan. Mereka melakukan sesuai prosedur. Tidak ada dugaan (terlibat)," kata Hadi.
Lihat juga:RSCM: Jual-beli Ginjal Bukan Urusan Kami |
Hadi tak menutup kemungkinan ada penetapan tersangka baru dalam kasus ini. Saat ini penyidik masih memeriksa saksi-saksi untuk terus mendalami keterlibatan pihak lain.
Hingga kini baru ada tiga tersangka yang ditetapkan, yaitu HR, DD dan AG. HR berperan sebagai penghubung dengan rumah sakit, sementara dua orang lainnya berperan sebagai pencari korban.
Dari para tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti seperti dua telepon genggam, satu buku tabungan, satu kartu debit dan satu kartu kredit, serta komputer dan dokumen-dokumen. (sip)