"Saya putuskan maju atau tidak, positifnya bulan Maret," kata Ridwan Kamil saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Selasa.
Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang ingin mencalonkan dirinya untuk ikut pilgub DKI Jakarta.
Lihat juga:Pengamat: Tipe Pemilih DKI Jakarta Rasional |
Namun ia belum bisa memutuskan saat ini, karena masih harus mendengar seluruh aspirasi dari masyarakat Jakarta, maupun di internal partai, termasuk aspirasi warga Bandung yang tidak ingin dirinya meninggalkan jabatan sebagai wali kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung peluangnya jika dirinya memutuskan untuk maju dalam perebutan kursi Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil mengaku optimistis, karena berkaca pada saat dirinya maju sebagai calon wali kota Bandung yang dimulai dari elaktabilitas hanya enam persen dan saat itu "incumbent" 30 persen.
"Dengan ilmu yang saya miliki dan determinasi pada saat itu, saya ternyata dinyatakan menang dengan 45 persen suara. Jadi semua hitung-hitungan itu masih bisa terjadi," katanya.
Anugerah ini diberikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, disaksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). (antara)