Dalam rekapitulasi data yang diperoleh CNNIndonesia.com disebutkan bahwa dalam kurun waktu tersebut, Jawa Timur terdampak banjir selama 10 kali atau sekitar 36 persen dari total 103 bencana banjir yang terjadi di seluruh Indonesia. Adapun wilayah lainnya yaitu Jawa Tengah 21 persen, Aceh 11 persen, Sumbar 11 persen, Riau 7 persen, Jambi 4 persen, Sumur 4 persen, Jawa Barat 4 persen, dan Nusa Tenggara Barat 4 persen.
"Di sini bisa kita lihat bahwa kejadian banjir terbanyak terjadi di Jawa Timur," ujar Sutopo seraya menunjuk layar yang berisi informasi bencana banjir di Indonesia dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memaparkan, dalam kurun 1 Januari hingga 8 Februari 2016, sebanyak 74.369 jiwa terdampak banjir, sedangkan 180 jiwa terdampak tanah longsor.
Sutopo menyebutkan, kawasan yang perlu mendapat perhatian dari banjir antara lain Provinsi Daerah Istimewa Aceh; Kota Medan; Kawasan Riau Sungai Siak, Kampar, Rokan; Jambi, Sungai Batanghari; Banten Sungai Ciujung, Pesanggrahan, Angke, Jawa Barat di daerah Sungai Citarum; Jawa Tengah di wilayah Sungai Jrantunseluna, Sungai Bengawan Solo Hulu, dan Sungai Citanduy, Jawa Timur di sepanjang Sungai Bengawan Solo meliputi Ngawi, Bojonegoro, Tubam, Lamongan, Gresik; dan hampir sebagian besar semua wilayah Sulawesi yang bertopografi pegunungan yang berpotensi banjir bandang.