Warga Kalijodo akan diberikan tiga kali kesempatan untuk pindah secara sukarela dari tempat mereka tinggal. Jika SP3 sudah keluar tapi mereka tak pindah dan membongkar sendiri rumahnya maka Pemprov akan mengeluarkan surat perintah bongkar (SPB).
"Kalijodo itu harus SP1, SP2, SP3, baru SPB, setelah SPB masuk kami akan meminta bantuan polisi dan tentara," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, kata Ahok, kejadian kecelakaan di Kalijodo akhir pekan lalu membuat dia memutuskan untuk segera membenahi kawasan tersebut. Dia tak ingin kejadian kecelakaan yang sama terulang lagi karena pembenahan Kalijodo tertunda.
Terkait dengan banyaknya preman yang melontarkan ancaman, Ahok mengaku tidak takut. Jika ada seratus preman yang menghadang maka dia akan meminta 100 anggota kepolisian untuk menghadapinya.
Nama Kalijodo kembali memanas setelah di dekat kawasan tersebut terjadi kecelakaan yang melibatkan satu mobil tipe SUV dan sebuah motor yang dikendarai oleh sepasang suami istri. Empat orang termasuk sepasang suami istri tersebut menjadi korban tewas akibat kecelakaan tersebut.
Lihat juga:Ahok Akan Bongkar Kalijodo |
Ahok menjelaskan dirinya ingin membongkar kawasan Kalijodo lantaran kawasan ini lebih memberikan mudarat dibandingkan manfaat. Pasalnya, di kawasan hiburan malam tersebut banyak terjadi proses prostitusi dan penjualan minuman keras.
"Jadi lebih baik kami bongkar saja karena lebih banyak mudaratnya," kata Ahok.
Jika pembongkaran terealisasi, Ahok berencana untuk membangun taman di wilayah Kalijodo tersebut. Menurutnya jalan di lokasi tersebut bagus untuk dibangun taman. "Kami mau bikin taman saja, taman pisang, kan jalannya bagus di sana," ujar dia. (bag)