Ahook di sisi lain kerap mengimbau wali kota berkoordinasi untuk segera mengeluarkan surat peringatan (SP) terhadap para penghuni Kalijodo.
"Kami ini tinggal kirim SP1, SP2, dan SP3, tapi wali kota selalu merasa perlu ada pendekatan," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mengaku telah mendapatkan informasi mengenai siapa bos yang menjalankan usaha ilegal di Kalijodo. Tak hanya bos usaha, bos-bos preman di sana pun disebut Ahok sudah teridentifikasi.
"Orang yang tinggal di sungai saja tak terima (dibongkar), apalagi yang sumber uang. Kalau perputaran uang besar maka ada oknum yang terlibat," kata Ahok. "Kalau memang begitu pasti akan ada perlawanan."
Nama Kalijodo kembali mencuat setelah di dekat kawasan tersebut terjadi kecelakaan yang melibatkan satu mobil tipe SUV dan sebuah motor yang dikendarai oleh sepasang suami istri. Empat orang termasuk sepasang suami istri menjadi korban tewas akibat kecelakaan tersebut.
Pengendara mobil SUV, Riky Agung Prasetyo mengatakan sebelum kejadian kecelakaan tersebut dia bersama delapan orang rekannya yang berada di dalam mobil baru saja berkunjung ke kawasan hiburan Kalijodo.
"Jadi lebih baik kami bongkar saja karena lebih banyak mudaratnya," kata Ahok.
Jika pembongkaran terealisasi, Ahok berencana untuk membangun taman di wilayah Kalijodo tersebut. Menurutnya jalan di lokasi tersebut bagus untuk dibangun taman.
"Kami mau bikin taman saja, taman pisang, kan jalannya bagus di sana," ujar dia.
Lihat juga:Ahok Akan Bongkar Kalijodo |