"Aliran dana ke mereka (teroris Thamrin yang tewas) hanya Rp900 ribu," ucap Badrodin di Jakarta, kemarin.
Saat dikonfirmasi tentang asal aliran dana tersebut, Badrodin enggan menjelaskan lebih detail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah berkolaborasi. Ada yang dari Suriah dan Poso. Semua saling mendukung satu sama lain," ujar Badrodin.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto, mengatakan operasi penangkapan tersebut dilakukan pukul 15.00 WIB di Sumedang, Jawa Barat.
Kedua tersangka itu, kata Agus, merupakan buron kasus pelatihan militer di Aceh. Kepolisian menduga, I dan H adalah bagian jaringan teroris Jamaah Ansharu Daulah.
"Kami masih mendalami lebih jauh keterlibatan mereka," kata Agus.
Aksi teror Thamrin terjadi 14 Januari lalu. Sebanyak 33 orang menjadi korban. Kepolisian mencatat, tujuh orang tewas sementara 26 orang lainnya menderita luka-luka. (abm/agk)