Salah satu warga Kalijodo, Leonard Eko Wahyu, menceritakan pada Minggu (14/2) pagi, pihak pemerintah daerah, kepolisian, dan Satpol PP yang berjumlah sekitar 200 orang mendatangi Kalijodo. Leonard kaget didatangi ratusan aparat yang membawa senjata.
"Saya kira ada ISIS atau teroris di situ. Aparat datang membawa senjata laras panjang," kata Leo saat melakukan pengaduan dengan puluhan warga lainnya di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (15/2).
Lihat juga:Satpol PP Sudah Siap Eksekusi Kalijodo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berpendapat bisnis prostitusi yang berkembang di daerah tersebut merupakan akibat kegagalan negara dalam memfasilitasi pendidikan dan lapangan kerja bagi warganya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, tahun 2016 ini pemerintah provinsinya akan membongkar lokalisasi Kalijodo di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut Ahok, pelanggaran atas jalur hijau merupakan alasan utama rencana penertiban tersebut, bukan karena bisnis seks atau sebab lainnya.
"Soal Kalijodo, buat saya bukan soal prostitusinya. Kalijodo itu jalur hijau," ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/2) lalu.
Lihat juga:Pelacur Kalijodo Tak Akan Diberi Ganti Rugi |
"Kalau mau, saya akan resmikan kalau ada peraturan daerah. Cuma masalahnya kan bukan itu," tuturnya. (yul)