Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menyatakan saat ini sedikitnya ada 195 perempuan yang terdaftar sebagai PSK di Kalijodo. Ratusan PSK tersebut tidak akan mendapatkan uang ganti rugi penggusuran dan hanya akan mendapat pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja DKI.
"Bagi mereka yang mau alih proefsi kita latih di balai latihan kerja. Kita kasih modal dan latih dulu. Nanti kalau mau usaha, kita upayakan dari Usaha Kecil dan Menegah (UKM) bagaimana usaha yang baik. Untuk pulang kampung. Nanti difasilitasi," ujar Rustam usai mengikuti rapat gabungan penggusuran Kalijodo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada Rusun bagi warga Kalijodo di daerah Marunda, Daan Mogot, dan satu lagi juga sudah ada. Dinas Perumahan sudah oke," ujar Rustam.
"Pak Kepala Polda Metro Jaya dan Panglima Kodam Jaya akan memberi pengamanan penuh. Nanti eksekusi sesuai prosedur tetap, yaitu sosialisasi, peringatan. Pokoknya Pak Gubernur bilang tahun ini selesai," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI berencana menggusur kawasan lokalisasi hiburan malam Kalijodo, Jakarta Utara. Kawasan tersebut sedianya akan diubah menjadi kawasan Ruang Terbuka Hijau.
Saat ini, kawasan tersebut diketahui telah dijadikan sarang prostitusi dan perjudian bagi kalangan kelas menengah ke bawah.
Lihat juga:Satpol PP Sudah Siap Eksekusi Kalijodo |