"Apa saja bisa dilakukan, bisa bom, senpi, bisa racun. Semua itu bisa dilakukan mereka," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (15/2).
Badrodin mengatakan dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri untuk mewaspadai ancaman tersebut. Dia juga menyebut ancaman dengan racun bukan pertama kalinya terjadi.
Ancaman dengan racun zat kimia pernah terjadi di Kepolisian Sektor Kemayoran, 2011 silam. Namun, kejadian itu tidak sampai memakan korban.
"Oleh karena itu kami sudah sampaikan ke seluruh jajaran untuk mewaspadai makanan, kantin, minuman. Itu harus diwaspadai. Ini bagian antisipasi," kata Badrodin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya beredar pula surat telegram dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji yang mengimbau bahaya serupa. Surat bernomor STR/ /II/2016/ROOPS itu diteken oleh Kepala Biro Operasi Komisaris Besar Arief Pranoto, atas nama Anton.
"Bahwa ada rencana kelompok teroris melakukan aksinya dengan memberi atau mengirim makanan yang sudah dicampur dengan sianida," demikian bunyi surat tersebut. (sur)