“Kami berencana buka (kantor) di Jayapura,” kata Victor kepada CNNIndonesia.com.
Ia mengklaim seluruh gerakan perlawanan yang ada di Papua kini bernaung di bawah Gerakan Pembebasan Papua yang total telah memiliki tiga kantor, yakni di Wamena, Vanuatu sebagai pusatnya, dan Kepulauan Solomon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“OPM tidak bergabung dengan ULMWP karena otoritasnya berbeda. ULMWP itu organisasi baru. Kami tidak berafiliasi,” kata Saul.
Ada sejumlah tujuan dari didirikannya kantor-kantor cabang Gerakan Pembebasan Papua ini, antara lain untuk mendorong referendum Papua ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mendorong berbagai pelanggaran hak asasi manusia di Papua dibawa ke Komisi HAM PBB.
Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw belum mendapatkan informasi lengkap soal pendirian kantor cabang Gerakan Pembebasan Papua di wilayahnya.
“Kami masih fokus ke kelompok kriminal bersenjata. Soal itu masuk area politik. Kami kumpulkan informasi dulu,” kata dia.