"Intinya ditanya (penyidik) sejauh mana kenal sama Mba Damayanti. Saya cerita sejauh mana kenal dengan beliau," kata Hendrar.
Hendrar dan Damayanti merupakan teman separtai, PDI Perjuangan. Saat pencalonan, Hendrar mengaku juga kerap melihat baliho Damayanti di Kota Lumpia ini. Damayanti melenggang ke parlemen setelah menang di Pemilu Legislatif untuk daerah pilihan Jawa Tengah IX yakni sekitar Brebes, Tegal, Slawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak. Proyeknya kan di Maluku bukan di Semarang. Tidak ada dana aspirasi (dapil untuk Damayanti)," ucapnya.
Damayanti diduga mengamankan proyek infrastruktur di Pulau Seram, Maluku. Ia disangka menerima duit sedikitnya Sin$99 ribu dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama sekaligus tersangka pemberi suap yakni Abdul Khoir.
Pengacara Abdul, Haerudin Masaro menjelaskan sedikitnya 20 paket proyek disiapkan untuk lokasi tersebut dengan nilai masing-masing proyek paling sedikit Rp30 miliar.
Hingga kini status Musa, Andi, dan Budi masih menjadi saksi. Sementara Damayanti, Julia, Dessy, dan Abdul telah menjadi tersangka.
Damayanti, Dessy, dan Julia dijerat melangar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHAP. Sementara Abdul selaku tersangka pemberi suap kepadanya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 33 UU Pemberantasan Tipikor. (bag)