Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menjelaskan dengan pencabutan tersebut maka jumlah kepala keluarga yang mendaftar baru menyentuh angka 10 saja.
"Sampai kemarin itu sudah ada 24 tapi sekarang hanya tinggal 10 karena 14 lainnya mencabut pendaftaran," kata Rustam saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya mereka diajak tak perlu pindah, dijanjikan keamanan," kata dia.
Sebagai catatan, hari ini sekitar 50 anggota Satpol PP ditemani 20 anggota kepolisian dan 10 anggota TNI menyerahkan SP1 ke warga yang tinggal di Kalijodo. SP1 tersebut baru awal dari rentetan SP yang mungkin diberikan seandainya SP1 itu tak digubris oleh warga.
Lihat juga:Diberi SP 1, Pelacur Lenyap dari Kalijodo |
Badriah (65), salah satu penjaga warung di Kalijodo, mengungkapkan bahwa para wanita penghibur tersebut telah berangsur pulang sejak kabar penggusuran kawasan tersebut berhembus beberapa hari terakhir. Eksodus mereka memuncak pada 2-3 hari lalu.
"Sekarang sepi di kontrakan. Semua udah pada pergi rombongan ke kampungnya. Udah ga ada lagi mereka (wanita penghibur) di sini," kata Badriah kepada CNNIndonesia.com di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (18/2).
Rata-rata para wanita penghibur yang biasa bekerja di Kalijodo disebut berasal dari Lampung dan Jawa Barat. Badriah berkata, mereka sudah tidak lagi bekerja di kafe-kafe yang berada di Kalijodo karena sepinya pengunjung beberapa hari terakhir. (bag)