Luhut menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Batam untuk memberikan pengarahan mengenai pengelolaan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun kepada para pemimpin daerah terkait. Dia didampingi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti.
Mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu menjelaskan, dana transfer ke daerah jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan perubahan strategi pemerintah yang memulai pembangunan dari pinggir lalu ke pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BNI Perluas Layanannya ke Aparat Pedesaan |
Luhut menekankan bahwa negara akan hadir dalam situasi yang sulit demi menjamin keamanan warganya. Menurutnya, keamanan merupakan salah satu faktor kunci untuk menarik investor datang ke Indonesia, selain faktor lain yang harus dibenahi seperti korupsi, penyederhanaan birokrasi dan infrastruktur.
Menanggapi adanya demonstrasi yang belakangan terjadi di Batam, Luhut berharap pemerintah daerah setempat mulai menerapkan aturan perizinan demonstrasi, karena pemerintah pusat tidak ingin kebebasan berekspresi masyarakat menjadi penghambat laju perekonomian daerah.
"Jangan sampai sebuah perusahaan tutup karena alasan keamanan, kalau alasannya kalah bersaing, itu soal lain," kata Luhut.
Sementara itu, Badrodin menegaskan bahwa Polri mendukung kebebasan berekspresi yang tidak menghalangi kinerja perekonomian. Dalam paparannya, ia mendukung pernyataan Luhut yang menyebut bahwa pemerintah dan kepolisian tidak akan tinggal diam dalam menghadapi premanisme yang bisa mengganggu iklim investasi di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hanif mengatakan bahwa pemerintah pusat memberikan keistimewaan bagi kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan, dan Karimun dalam menerbitkan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) melalui pelayanan terpadu satu pintu.
(yul)