"Rakyat di sana sudah tak sabar dan mereka ingin cepat berdialog karena Ahok pun bergerak super cepat," kata Razman di Gedung DPRD, Jumat siang.
Kuasa hukum warga Kalijodo, Razman Arif Nasution, mengatakan masyarakat belum pernah berdialog dengan pemerintah provinsi jelang penertiban kawasan yang berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razman bertutur, kedatangan Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi, ke Kalijodo pekan lalu tidak dapat disebut sebagai upaya sosialisasi maupun dialog.
Penghuni Kalijodo yang tidak tercatat dalam daftar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, akan diberikan kesempatan mengikuti pelatihan kerja.
Lebih dari itu, Rustam berkata, pemerintah provinsi juga akan memfasilitasi kepulangan mereka ke kampung halaman.
"Intinya sosialisasi ini memberitahukan bahwa kami akan menutup Kalijodo dan melakukan penertiban," tuturnya.
Rustam mengklaim, tidak ada penolakan terhadap rencana penertiban dari warga maupun pengelola usaha di kawasan yang identik dengan lokalisasi pelacuran itu.
Rustam berkata, sebelum sosialisasi, pihaknya telah menjajaki komunikasi informal dengan tokoh masyarakat setempat. "Semuanya sudah dikondisikan dan diatur sejak awal," ucapnya.