Kepala Korps Brigade Mobil Brigadir Jenderal Murad Ismail, Jumat (19/2), mengatakan cuaca buruk membuat kondisi tubuh polisi bernama Ajun Komisaris Fredi Manuhutu itu menurun.
"Dia (Fredi) meninggal karena asam lambung tinggi. Di puncak dingin dan kesehatannya drop," kata Murad di Markas Besar Polri, Jakarta.
Hingga hari ini, kata Murad, anggota Polri yang lain masih mencoba mengevakuasi Fredi dari pegunungan. Upaya evakuasi sebenarnya sudah dilakukan sejak kemarin menggunakan helikopter, namun cuaca buruk menggagalkan upaya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Poso gunung itu berlapis-lapis, tidak seperti Aceh. Anggota saya yang paling lama di puncak itu 14 hari karena bawa makanannya 14 hari, berat. Lalu bawa pakaian dan senjata, coba seberat itu mengejar orang," kata Murad.
Tahun lalu, Polri menggelar empat jilid operasi dengan sandi Camar Maleo untuk mengejar pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia Timur itu. Setelah operasi itu dinyatakan berakhir, kini Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menggelar operasi Tinombala dan menargetkan Santoso ditangkap dalam 60 hari.
Murad mengatakan anak buah Santoso sebenarnya sering masuk ke perkampungan untuk memantau keadaan. Namun, sulit untuk membedakannya dari warga sipil karena mereka menggunakan pakaian sipil.
"Jadi warga ini juga terancam, kalau ada warga yang dekat polisi dibunuh juga," kata Murad. (sur)