Sebenarnya Razman tak mempermasalahkan kunjungan yang dilakukan oleh Krishna kemarin. Namun kata-kata Krishna yang di luar konteks membuat Razman sedikit terganggu.
"Saya ingatkan pada Bung Krishna, anda boleh turun malam-malam dan melakukan razia tapi jangan berbahasa yang di luar konteks pada warga," kata Razman saat ditemui di gedung DPRD DKI, Jumat (19/2).
Razman menjelaskan kemarin malam Krishna berkunjung ke salah satu kafe yang disinyalir milik Abdul Azis alias Daeng Azis. Saat itu, Krishna disebut bertemu dengan warga bernama Lusi dan menanyakan keberadaan Daeng Azis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Krishna ini saya lihat jangan mentang-mentang anda populer lalu anda bisa masuk seenaknya. Pernyataan anda sedang kami inventarisir dan jika ada yang di luar konteks akan saya laporkan ke Propam," ujar Razman. "Katakan pada Krishna Murti bahwa saya menantang dia."
Sebelumnya Krishna Murti mengancam akan menghancurkan kafe dan tempat tinggal Abdul Aziz alias Daeng Aziz terlebih dahulu dibanding rumah dan warung warga lain yang berada di kawasan Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut Khrisna, hingga saat ini sebagian besar warga Kalijodo sudah merelakan rumahnya untuk diratakan dengan tanah. Hal tersebut terbukti dari tingginya tingkat eksodus warga dan pekerja kafe di Kalijodo ke kampung halaman masing-masing beberapa hari terakhir.
"Anda kan lihat sudah pada pindah yang kontrak, warga sudah setuju, jadi siapa yang nolak (penggusuran)? Kalau yang nolak adalah yang punya rumah ini (Aziz), besok duluan dia dihancurin, selesai kan," kata Khrisna di Kalijodo, Jalan Kepanduan II, Jakarta Utara, Kamis (18/2) malam. (sip)