Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan kafe tersebut diduga milik Daeng Azis.
"Ditemukan ratusan tombak, anak panah, golok, samurai, dan badik," kata Krishna di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tau, tadi dua orang yang ada di situ kami amankan, kami bawa ke kantor untuk di BAP (periksa)," ujar Krishna.
Hari ini sebanyak 3.400 personel kepolisian, 600 aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan 2 ribu satuan polisi pamong praja diterjunkan untuk merazia kawasan Kalijodo.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, aparat berperalatan pengamanan huru-hara terlihat di sekitar lokasi. Selain dari Kepolisian, ada juga aparat TNI dan satuan polisi Pamong Praja.
Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan tindakan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan.
"Setiap kafe yang tutup, kami buka kembali. Hal ini diperbolehkan oleh Undang-Undang untuk melakukan penggeledahan," kata Tito. (gen)