"Secara keseluruhan ada 66 kafe atau warung di sekitar Kalijodo yang dirazia," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Muhammad Iqbal di lokasi.
Dari puluhan kafe tersebut diamankan sembilan orang pemilik kafe, tiga orang positif narkotik, dua orang pemilik senjata tajam dan tiga diduga pekerja seks komersial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Biro Operasi Komisaris Besar Martuani Siregar mengatakan senjata-senjata itu diduga akan digunakan untuk menyerang aparat.
Selain itu ada pula 9.923 botol minuman keras dan 166 pak alat kontrasepsi.
Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jendedal Tito Karnavian mengatakan pihaknya sedang mendalami perizinan minuman keras tersebut.
"Jika memang itu ilegal dan tanpa izin, kami akan selidiki. Kita akan proses secara hukum," kata Tito.
Hari ini sebanyak 3.400 personel kepolisian, 600 aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan 2.000 satuan polisi pamong praja diterjunkan untuk merazia kawasan Kalijodo.
Operasi dilakukan untuk melihat kondisi pemukiman di Kalijodo menjelang pembongkaran dalam waktu dekat.
Meski sudah mengamankan orang-orang yang diduga melakukan tindak pidana tersebut, Kepolisian gagal menangkap seluruh preman yang ada di kawasan tersebut.
"Preman sudah banyak yang kabur. Disini (depan kafe Intan) akan dibangun posko. Anggota akan di poskokan disini sampai diperlukan," kata Tito.
Tito mengatakan pihaknya akan terus memerangi premanisme di kawasan yang selama ini diduga jadi sarang prostitusi ini.
"Petugas akan menyisir setiap kamar dan kafe yang ada di sini, petugas juga tidak akan segan menangkap preman-preman yang melawan," ujarnya. (gen)