"Saya kira itu bagus, polisi makin kita apresiasi. Dari data-data yang punya berhasil menangkap enam orang," ujar Luhut di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (22/2).
Menurut mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu, dengan adanya penangkapan ini, maka bukti-bukti tambahan bahwa keenam terduga teroris berkaitan dengan teror yang terjadi di kawasan Thamrin beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas dari pemerintah cuma minta kewenangan menahan orang lebih lama, untuk orang (yang terindikasi melakukan tindakan radikalisme atau terorisme) rapat (atau berkumpul) bisa diambil, diminta keterangannya," ujar Luhut.
"Diperkirakan tiba di Jakarta, Senin pagi (22/2). Mereka dikawal oleh 30 personel keamanan. Setibanya di Jakarta, langsung diserahkan ke Markas Komando Brimob, Jakarta," ujar Kapolres Malang AKBP Yudo Nugroho.
Terduga teroris yang dibawa ke Markas Brimob di Jakarta tersebut adalah Abu Gar alias Badrodin, Ridho, Romli, Rudi alias Cimot, dan Handoko. Namun Dalam keberangkatan tersebut, ada penambahan satu lagi terduga teroris dengan nama Aidin Suryana alias Aji alias Abu Zilan.
Dari hasil penyelidikan sementara, kata Yudo, ada beberapa kendaraan roda dua dan bahan peledak yang dijadikan barang bukti.
"Seluruh barang bukti pun telah dikirim ke Mako Brimob," ujar Yudo.
Pada Sabtu (20/2) dini hari hingga sore, Densus 88 bersama aparat kepolisian menggeledah sejumlah rumah yang diduga dijadikan "sarang" mereka, di antaranya di Perum Griya Permata Alam dan Green Hills Residence di Desa Ngijo dan di kawasan Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Dari beberapa rumah yang digeledah tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor, bahan peledak, serta buku-buku tentang jihad dan radikalisme. (bag)