"Sudah dikaji, hanya kan kita tinggal ajukan mana yang disetujui oleh pemerintah, karena itu kan bagaimanapun harus disiapkan dan diatur dengan undang-undang, dan bagaimanapun itu memerlukan biaya, anggaran," ujar Budi di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (22/2).
"Tidak harus menyerah dengan masalah. Bagaimana pemanfaatan pulau, tidak harus membangun lapas, tapi pulau itu sebagai lapas. Jadi lebih manusiawi, pelaku-pelaku ini dilepas di satu pulau. Dia hidup dengan alam, dengan pembinaan-pembinaan yang memang bisa kita lakukan tanpa membebani biaya negara yang besar," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedang kami lakukan penyisiran, tapi bagaimanapun kami akan tangani itu. Masalah nanti bagaimana pengawasan di lapas, jaringan-jaringan di lapas, karena, tadi sudah saya sampaikan kepada beliau juga, bahwa jaringan di lapas ini sudah sangat besar," ujarnya.
"Saya sedang mencari buaya yang buas-buas, kemudian ikan piranha dan harimau. Nantinya, penjara akan dikelilingi sungai buaya di ring pertama, kemudian sungai ikan piranha dan terakhir harimau," ucapnya.
Selain itu ia juga mewacanakan pembangunan lapas khusus pengedar narkoba di Pulau Kangean, Sumenep, Jawa Timur. Pulau tersebut selama ini terasing dari akses energi seperti listrik dan air. (gil)