Ditemui usai pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, pada Selasa (23/2) ini, Fahmi mengungkapkan tiga target utama BPJS Kesehatan ke depannya.
"Masa transisi (dari Jamsostek ke BPJS Kesehatan) telah selesai. Tim baru yang hari ini terpilih, normatifnya harus ketemu dan saling berbincang soal visi misi. Namun, sedikitnya ada tiga fokus utama BPJS Kesehatan ke depannya," kata Fahmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berupaya untuk meningkatkan pelayanan, Fahmi mengatakan BPJS Kesehatan juga akan terfokus untuk mencapai financial sustainability atau ketahanan finansial.
Atas persoalan tersebut, ujarnya, pemerintah memutuskan untuk menutup kerugian dengan memberikan suntikan dana tambahan kepada BPJS Kesehatan.
"Hal itu sesuai dengan regulasi kalau terjadi missmatch antara pendapatan dan iuran maka ada beberapa cara penyelesaian yang bisa dipilih pemerintah, termasuk suntikan dana tambahan," ujarnya.
Kebijakan memberikan suntikan dana tambahan kepada BPJS Kesehatan, ujar Fahmi, dipilih karena solusi lain seperti meningkatkan iuran ataupun mengurangi manfaat bisa mengakibatkan dampak sosial yang besar.
"Akibat dari pengurangan manfaat misalnya, dampak sosial akan terlalu besar dan penyakit tidak ditanggung,"ujarnya.
"Intinya meningkatkan semangat revolusi mental sebagai integritas dan landasan atas budaya gotong royong,"ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi melantik Dewan Pengawas dan Direksi Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Kesehatan, pada Selasa (23/2) di Istana Negara.
Agus Susanto dilantik menjadi Direktur Utama BPJS Ketenegakerjaan. Sementara Fachmi Idris dilantik jadi Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Wakil Gubernur DKI Djarot Syaifullah. (bag)