Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, berkicau sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (24/2). Berikut ini isi 2 kicauannya soal 'insiden' wakilnya di Surabaya:
'Sy menyesalkan, Wakil walikota Bdg ditolak studi banding ol pemko Surabaya. Insya Allah dg visi NKRI kami di Bdg akn terima siapapun ut studi'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Surabaya merespon. Kepala Dinas Cipta Karya Surabaya Ery Cahyadi langsung mereaksi keras. "Kita tidak tahu apa maksud wali kota Bandung seperti itu," kata dia, Rabu (24/2/2016).
Sebaliknya, ia mengaku jika Pemkot Surabaya selama ini menjalin hubungan baik antar dinas pemerintah kota Bandung. Tidak pernah ada penolakan kedatangan utusan dari Bandung.
"Makanya saya bingung tiba tiba saja Pak Ridwan Kamil berkicau di twitter. Tentunya semua surat masuk dulu ke bagian umum kan," terang Ery Cahyadi.
Ery Cahyadi pun menceritakan pengalamannya saat menerima kunjungan dari Dinas Tata Kota Pemkot Bandung pada akhir Tahun 2015.
"Saat itu ada surat resmi yang ditujukan kepada wali kota dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Selain itu juga telepon saya. Saya pun langsung bilang, langsung saja ke kantor saya," ungkap Ery Cahyadi.
(pit)