"Ini adalah pemeriksaan ulang karena sebelumnya tidak hadir. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk AKH (Abdul Khoir, Direktur PT Windhu Tunggal Utama)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Kamis (25/2).
Toha telah hadir di Kantor KPK, Jakarta, dan siap langsung diperiksa. Sementara kedatangan dua orang lainnya belum dapat dipastikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Damayanti meski seorang politikus PDI Perjuangan, ia juga berasal dari provinsi yang sama yakni Jawa Tengah. Dia diusung menjadi anggota parlemen dari daerah pilihan Jawa Tengah IX.
Menurut sumber CNNIndonesia.com, Abdul Khoir juga menggelontorkan sedikitnya RP40 miliar untuk Damayanti, politikus PAN Andi Taufan Tiro, politikus PKB Musa Zainudin, politikus Golkar Budi Supriyanto, dan pejabat Kementerian PUPR. Sumber menyebutkan Musa menerima sebanyak Rp8 miliar dari Abdul yang diserahkan melalui seorang staf ahli DPR, Jailani.
Fulus juga diduga mengalir ke Budi Supriyanto sebanyak Sin$404 ribu. Duit untuk Budi diduga diserahkan melalui Dessy A Edwin, pada 7 Januari 2016. Dugaan penerimaan ini telah disanggah Budi ketika dikonfirmasi CNN Indonesia. Budi telah diperiksa satu kali oleh penyidik KPK pada Januari 2016.
Damayanti, Dessy, dan Julia dijerat melangar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 KUHAP. Sementara Abdul selaku tersangka pemberi suap kepadanya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 33 UU Pemberantasan Tipikor. (bag)