Pengarahan itu hanya dihadiri oleh dua wali kota di Banten, yakni Wali Kota Serang dan Tangerang. Padahal, kata Luhut, seharusnya seluruh wali kota di Banten datang.
Gubernur Banten Rano Karno mengakui daerahnya rawan karena berada di jalur strategis antara Sumatra dan Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait penyebaran paham radikal, Rano berpendapat perlu ada program yang dilaksanakan secara sistematis, termasuk deradikalisasi ideologi.
Lihat juga:BIN Pantau Propaganda ISIS di Masjid Jakarta |
Luhut meminta seluruh aparat penegak hukum dan pemerintah Banten melakukan pencegahan dini. Badan Pembina Desa (Babinsa), Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), dan lurah diharapkan bisa berperan menanggulangi masalah radikalisme.
"Intinya, kegiatan terorisme juga ada di Banten danperlu dicermati dengan baik," kata Luhut.
Luhut, didampingi Rano karno, memberikan pengarahan kepada jajaran aparat pemerintah, aparat keamanan, dan aparat penegak hukum, camat lurah, kepala desa, ketua rukun warga dan rukun tetangga, serta tokoh masyarakat Provinsi Banten.
Pertemuan digelar di Masjid Raya Al Bantani, kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Serang. Sebelumnya, Luhut juga menggelar pengarahan serupa di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebelum acara dimulai, ribuan aparat gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja menggelar apel sejak pukul 08.30 WIB. Mereka duduk berbaur di barisan belakangan. Jumlah personel aparat keamanan tampak mendominasi lokasi pertemuan di antara tamu undangan yang hadir. (agk)