"Sangat sedikit jumlah yang bergabung karena faktor ekonomi. Kemiskinan bukan faktor utama kenapa orang-orang mau bergabung (ISIS)," kata Sidney saat ditemui di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Senin (29/2).
Kedua, lanjut Sidney, ada faktor kemanusiaan yang mendorong simpati orang-orang untuk bergabung ISIS. "Kalau kita lihat jumlah orang yang tertarik bergabung ke ISIS karena mereka melihat ini satu kesempatan menolong kelompok yang tertindas di Suriah," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ISIS membuat kondisi saat ini lebih berbahaya dibandingkan 10 tahun yang lalu lantaran ISIS merupakan kelompok radikal yang menyebarkan paham kekerasan. Lebih bahaya lagi, kata dia, banyak anak muda yang tertarik bergabung.
Saat memberikan pengarahan soal pencegahan radikalisme di Banten, Luhut memberikan contoh Sunakim alias Afif, korban sekaligus pelaku peledakan bom di Thamrin. Menurut Luhut, salah satu alasan Afif bergabung dengan kelompok radikal karena faktor ekonomi keluarganya yang tidak menentu. Sebagai pengangguran, dia harus menghidupi istri dan kesembilan anaknya.
"Dampaknya kalau kemiskinan berkurang maka akan mengurangi hal-hal yang radikal," kata Luhut saat memberikan sambutan di hadapan ribuan aparat pemerintah dan keamanan di Banten. (gil)