Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan kontak tembak terjadi di Uwe Pokaihaa, Desa Torire, Kecamatan Lore, Poso, Sulawesi Tengah.
Peristiwa berawal dari informasi hasil pengembangan penyelidikan kontak tembak sebelumnya yang terjadi pada 9 Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian kontak tembak terjadi saat petugas hendak menangkap para pelaku.
Terjangan peluru teroris mulai mereda, menjelang matahari terbit. Saat petugas menyisir lokasi, ditemukan satu orang terduga anggota kelompok Santoso itu dalam keadaan tewas.
Selain itu, ditemukan pula satu pucuk pistol, tujuh tenda dan 20 karung beras di lokasi tersebut. Menjelang siang, polisi kembali menemukan satu pucuk pistol, tiga pucuk senjata laras panjang rakitan, satu buah handy talky, satu buah GPS, satu buah flash disk, lima lembar peta, 15 buah bom lontong dan 10 Bivak.
"Saat ini masih ditangani oleh Tim Inafis dan masih banyak barang bukti lain-lain yang baru ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara," kata Agus.
Santoso diduga bertanggung jawab atas serangkaian serangan dan pembunuhan anggota Polisi sejak awal 2000-an silam. Hingga kini, polisi belum berhasil menyentuh orang yang mengklaim telah berafiliasi dengan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah itu.