Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam sambutannya mengatakan, pengamanan KTT OKI merupakan tugas kehormatan sekaligus kepercayaan yang mengandung misi diplomatik.
Untuk itu, Gatot menginstruksikan untuk tidak memberi kompromi terhadap setiap bentuk potensi kerawanan keamanan.
"Jangan sekali-kali memberi kompromi terhadap setiap gelagat dan indikasi yang mengundang kerawanan. Waspadai secara cermat setiap langkah antisipasi, terutama terahadap indikasi aksi terorisme," kata Gatot di Lapangan Monas, Selasa (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamanan KTT Luar Biasa OKI sendiri langsung dipimpin di bawah mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut.
Setelah menutup apel, Gatot yang ditemani Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna, dan Kepala Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal Murad Ismail berkeliling memeriksa kesiapan pasukan.
Setiap pasukan dan alat utama sistem senjata (alutsista) yang ada diperiksa secara seksama oleh Gatot, seperti helikopter tempur, kendaraan tempur dan senjata. Tampak pasukan elit TNI seperti Kopassus, Kopaskhas, Detasemen 90 Bravo turut mengikuti apel.
OKI pada tahun ini mengundang 56 kepala negara dan pemerintahan, dan empat negara pengamat yakni Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa
Pasukan TNI dari unsur gabungan yang dilibatkan sebanyak 10.150 personel. Sementarasatuan tugas pengamanan VIP Polri terdiri dari 5.578 personel. (sur)