Rentetan Penggusuran oleh Gubernur Ahok

Priska Sari Pratiwi & Suriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 02/03/2016 10:48 WIB
Rentetan Penggusuran oleh Gubernur Ahok Alat berat meratakan bangunan saat eksekusi penggusuran kawasan Kaljodo, Jakarta Utara, Senin, 29 Februari 2016. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merealisasikan rencana penggusuran kawasan Kalijodo yang akan mengembalikan menjadi lahan ruang terbuka hijau. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta, beberapa penggusuran pemukiman dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Penggusuran dilakukan dengan alasan mengembalikan fungsi lahan yang ditempati warga.

Penggusuran terakhir dilakukan Ahok di daerah Kalijodo. Kawasan bantaran kali yang juga dikenal sebagai kawasan pelacuran ini berada di perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Penggusuran berjalan lancar pada 29 Februari lalu. Warga yang semula menolak akhirnya menerima. Berbagai program ditawarkan Ahok. Dari mulai pindah ke rumah susun, pelatihan kerja hingga pemulangan ke kampung halaman.

Warga yang memiliki KTP DKI Jakarta dipindahkan ke rumah susun yang disediakan.


Ahok berencana membangun ruang terbuka hijau di kawasan tersebut, sesuai dengan peruntukan lahan Kalijodo yang masuk dalam zona hijau.

Sebelum meratakan bangunan di Kalijodo, Ahok juga menggususur pemukiman di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Januari lalu. Penggusuran ini juga berjalan lancar tanpa ada perlawanan dari warga.

Di lahan bekas penggusuran nantinya akan dibangun tanggul dan jalan inspeksi untuk mencegah banjir.

Beberapa bulan sebelum penggusuran di Bukit Duri, Ahok pada Agustus 2015, Ahok juga menggusur Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Pemukiman di tepi Kali Ciliwung ini selama ini dikenal sebagai daerah langganan banjir.

Setiap tahunnya, warga Kampung Pulo dipastikan akan kebanjiran. Posisi mereka yang persis berada di tepi sungai membuat mereka harus rela menerima air kiriman dari hulu ataupun limpasan air dari sungai yang meluap karena hujan deras.

Penggusuran di daerah ini diwarnai bentrokan antara petugas dengan warga yang menolak. Meski sempat terjadi bentrokan, namun penggusuran berhasil dilakukan. Warga pun dipindahkan ke sejumlah rumah susun. Kini, Kampung Pulo sudah ditata sehingga luapan air sungai tak lagi sampai ke pemukiman warga.

Penggusuran juga dilakukan Ahok tiga bulan sebelumnya. Mei 2015, kawasan Pinangsia, Jakarta Barat jadi sasarannya. Penggusuran kawasan bantaran Kali Ancol ini diwarnai penolakan warga. Ahok kemudian mengubah kawasan itu mejadi jalan inspeksi pemantau banjir dan kawasan hijau.

Ahok menegaskan penggusuran akan terus dilakukan pada beberapa daerah di kawasan bantara sungai. Setelah Kalijodo rata dengan tanah, Ahok menargetkan daerah Berlan dan Jatinegara untuk digusur.

(sur/sur)


ARTIKEL TERKAIT