Agung berkata, peristiwa tersebut terjadi di depan Gedung Pencak Silat, tidak jauh dari Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (1/3) malam. Seorang polisi, Brigadir Satu Seno Aji, tertembak pada bagian paha kanan.
Adapun, tentara yang menembak anggotanya adalah Komandan Tim Teknis Denintel Koarmabar TNI AL, Kapten Eko Wuryanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 21.05 WIB itu, Eko mengaku baru saja menyelesaikan tugas di kantornya yang beralamat di Jalan Kran Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Sekelompok orang yang belakangan diketahuinya sebagai personel Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Timur tersebut lantas membentak dan memintanya keluar dari mobil.
"Eko mau pulang, lalu dia memasukkan kunci mobil. Tiba-tiba dia kaget karena pintu mobilnya dibuka seseorang dan orang itu berteriak tidak sopan. Eko lalu turun balas membentak," ujar Agung.
Ketika berlari, Eko mendengar letusan senjata api. Eko yang berhasil bersembunyi kemudian mengeluarkan senjata api organiknya untuk membalas tembakan itu.
"Saat berlari Eko mendengar letusan senpi, lalu ia berbelok ke kanan dan menyiapkan senpi. Pada saat mengokang senjata, kemudian terjadi todong-menodong dan mereka (Satres Narkoba Polres Jakarta Pusat) berteriak 'awas dia (Eko) bersenjata'. Kemudian anggota polisi menembakkan senpi dan tidak mengenai Eko," ujarnya.
Lebih lanjut, Eko kemudian memberi tembakan balasan ke arah anggota polisi yang sempat menembaknya. Akhirnya, baku tembak terjadi.
"Dalam suasana remang-remang Eko membalas menembak ke arah bagian bawah badan, lalu satu anggota kepolisian terjatuh sementara tiga lainnya berlindung di gerobak," kata Agung.
Mendengar hal itu, Eko kemudian juga menyebut dirinya yang merupakan anggota TNI AL.
Agung menuturkan, baku tembak benar-benar berhenti setelah seorang anggota Kepolisian turun dari sebuah mobil dan meminta mereka meletakkan senjata.
"Eko melihat Ipda Maryono meletakkan senjata dan diikuti oleh teman-temannya sambil berkata 'oke kita letakkan senjata'. Kemudian Eko melepaskan magazen dan mengosongkan kamar senpi, lalu memasukan senpinya ke holster," ujar Agung. (abraham utama)