Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berkata, Jokowi mengambil kebijakan tersebut usai mengunjungi Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara awal pekan ini.
Luhut bertutur, Jokowi menganggap arstitektur di sekitar pintu masuk destinasi wisata seharusnya tidak modern, melainkan berdesain kearifan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mengatakan, ucapan itu dia dengar langsung dari Jokowi. Mantan Kepala Staf Presiden itu berkata, Jokowi secara khusus memintanya menjadi pendamping presiden selama kunjungan ke Sumatera Utara.
"Jadi arsitektur bangunan sebelum masuk ke Borobudur itu sudah berarsitektur jawa dan jangan diganti modern. Itu semua agar membawa nuansa Indonesia kepada para turis," ucapnya.
Selain Danau Toba, sembilan destinasi lainnya adalah Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.
"Saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasaran, pelayanan yang berstandar internasional, atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, dan desain yang menarik yang mempunyai kelas," kata Jokowi dalam ratas.