“Belum ada laporan korban jiwa, kerusakan dan informasi datangnya tsunami di pantai barat Sumatra mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumbar, Bengkulu dan Lampung,” kata Sutopo dalam keterangan resmi, Rabu malam (2/3).
Pernyataan Sutopo juga senada dengan Ida Rozana, warga di Dusun Batsudut, Muara Siberut, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai. Kepada CNN Indonesia, Roza, sapaan Ida Rozana, mengaku belum mendengar informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan yang diterima BNPB, guncangan gempa dirasakan sedang di Kota Padang, di Payakumbuh guncangan terasa ringan, dan beberapa sirine tsunami diaktifkan. Masyarakat merespons peringatan dini dengan naik ke shelter atau mencari tempat yang tinggi. “Bangunan-bangunan tinggi digunakan untuk evakuasi,” tutur Sutopo.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, analisis Ikatan Ahli Bencana Indonesia menyebutkan, mekanisme gempa strike slip sehingga kemungkinan potensi tsunami tidak besar. Sementara tsunami besar biasanya terjadi jika mekanismenya thrust.
Menurut Sutopo, peringatan tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) didasarkan dari modeling. Buoy tsunami yang ada di perairan Indonesia hingga saat ini belum memberikan laporan adanya tsunami. “Banyak buoy yang rusak dan tidak berfungsi sehingga kita tidak mengetahui apakah potensi tsunami di lautan benar terjadi atau tidak,” kata Sutopo. (rdk)