"Sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan 71 sampai 100 persen," kata Kepala BMKG Stasiun GAW Bukit Kototabang, Edison saat di konfirmasi dari Bukittinggi, Kamis (3/3), seperti dikutip dari Antara.
Edison mengatakan, sebaran titik panas tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas udara, termasuk untuk wilayah Kota Bukittinggi dan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi cuaca sekarang ini, kata Edison, pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak akan sulit. "Stasiun GAW akan terus memantau sebaran titik panas di wilayah itu dan segera menginformasikan bila terjadi perubahan yang signifikan," ujarnya.
Sementara itu, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia mendesak agar menambah personel polisi hutan untuk menjaga keutuhan hutan, termasuk segala sumber daya flora dan fauna di dalamnya. Menurut data hasil studi Tigers Alive Initiative (TAI), diperlukan delapan personel polisi hutan setiap 100 kilometer persegi.
Untuk itu, Forest and Species Campaign Coordinator WWF Indonesia Diah R.Sulistiowati mengatakan, seharusnya terdapat 48 ribu personel polisi hutan di Indonesia. Namun data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2015 menyebutkan, hanya ada 8 ribu personel polisi hutan.
Dari jumlah personel tersebut, 5 ribu personel dikelola oleh pemerintah daerah, dan sisanya di bawah tanggung jawab KLHK. “Tak hanya jumlahnya, kapasitas dan perlengkapan polisi hutan juga harus ditingkatkan,” ujar Diah. (rdk)