"Kapal tenggelam 15 meter di bawah air. Kondisinya tengkurap membujur miring ke utara dan barat," ujar Kasatpol air Polres Banyuwangi, AKP Basori Alwi seperti dikutip detikcom di Banyuwangi, Jumat (4/3).
Kapal milik PT Dharma Bahari Utama itu berada satu kilometer dari dermaga LCM Ketapang. Menurut Basuri, kapal berada di dasar laut berpasir sehingga sangat memungkinkan mengalami pergeseran terkena arus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum bisa kita lakukan evakuasi, karena gelap dan terhalang kaca kapal. Kita tidak membawa lampu," lanjut Basori.
"Jumlah manifest kapal total 80 orang, saat ini ada 4 yang hilang masih kita cari baik di darat maupun dilaut," ujar Bastoni.
Total jumlah penumpang yang selamat baik yang berada di ASDP dan RS Islam Banyuwangi sebanyak 76 orang.
"Rinciannya, 14 ABK dan sisanya penumpang. Yang hilang ada 2 ABK dan 2 penumpang," tambahnya.
Mereka yang hilang dari penumpang adalah Masruroh (25) dan bayinya Muhammad Romlan (18 bulan), sementara dua ABK, yakni Bambang S Adi sebagai nahkoda kapal dan Puji Purwono sebagai chief kapal.
Evakuasi akan dilakukan lagi oleh tim penyelam besok pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat pagi hingga siang hari, arus selat Bali biasanya tak terlalu kencang, sementara di sore hari sangat kencang menuju selatan.
"Kita minta tim penyelam juga berhati-hati mengingat kapal bisa saja bergeser. Tolong dimatangkan untuk evakuasi besok," ujar Bastoni.