Dossy berkata, Ahok dan Yusril memiliki kelebihan yang dapat menarik simpati dan dukungan masyarakat Jakarta.
"Kemampuan Yusril tidak perlu diragukan. Dia mantan menteri dan dekat dengan sejumlah ketua umum partai," ucap Dossy ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (7/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga sama-sama berstatus sebagai pemimpin partai. Kalau sekarang mereka bertemu, pasti akan ada pesan politik," katanya.
Saat Megawati menjadi presiden, Yusril ditunjuknya menjadi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Terakhir, di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, Yusril sempat menjabat Menteri Sekretaris Negara.
Diberitakan sebelumnya, Yusril mengaku telah mengagendakan pertemuan dengan sejumlah petinggi partai politik. Wiranto, sebagai orang nomor satu di Hanura, masuk dalam daftar tokoh yang hendak ia temui.
“Saya sudah berencana bertemu semua, hanya sedang mengatur jadwal. Dengan Pak Hidayat Nurwahid kemarin sudah ketemu, hanya mau follow-up lebih dalam,” ujar Yusril.
Sementara itu, menurut Dossy, Ahok merupakan bakal calon gubernur yang memiliki potensi kemenangan besar.
Dossy berkata, meskipun kerap disebut tidak dapat mengendalikan emosi, Ahok mampu membuktikan kinerjanya, salah satunya di sektor tata kelola pemerintahan yang bersih.
"Wiranto memberikan delegasi kepada mereka untuk menjaring nama-nama potensial yang mampu membangun Jakarta," tuturnya.
(abm)