"Istri saya mengatakan amanat gubernur harus dijalani dan jangan terlihat ambisius," kata Heru saat dihubungi, Senin (7/3).
Terkait dengan peluang berpasangan dengan Ahok, sapaan Basuki, memimpin DKI Jakarta, Heru mengungkapkan dirinya akan mulai menjalin diskusi yang lebih banyak dengan sang gubernur. Dirinya pun mendoakan agar Ahok bisa kembali memimpin DKI Jakarta untuk periode 2017-2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu hal yang sekarang menjadi benturan bagi Heru untuk maju di Pilkada 2017 adalah statusnya sebagai pejabat alias pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Status itu pun diakui Heru selalu ditanyakan oleh Ahok sebelum dia memilih Heru sebagai pasangannya.
"Jika Pak Djarot tak mendapat izin maka saya mungkin akan memilih Pak Heru," kata Ahok saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jumat (4/3).
Heru yang disebut oleh Ahok merupakan salah satu pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia, Heru Budi Hartono, adalah Ketua Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Jakarta.
Namun, Ahok menegaskan pilihannya jatuh ke Heru tidak berhubungan dengan statusnya yang kenal dengan Jokowi. "Karena pak Heru kemungkinan besar tak ada masalah yang lain," kata dia.
"Saya sudah percaya pada beliau dan kebetulan Pak Jokowi kenal baik." (gil/rdk)