Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menyampaikan penerapan sistem kerja kontrak dan outsourcing serta praktik upah murah menjadikan kaum buruh perempuan menjadi korban yang paling sengsara.
"Buruh perempuan akan semakin mudah diputus kontrak kerja karena hamil. Upah murah menyebabkan buruh perempuan tidak memperdulikan kesehatan reproduksinya. Kaum buruh perempuan terpaksa harus lembur atau menukar cuti haidnya dengan uang agar mendapatkan tambahan upah," ujar Nining di depan Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (8/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nining pun berpendapat, keadaan menjadi semakin buruk ketika tubuh perempuan masif dijadikan obyek pemanis dari barang dagangan, misalnya sebagai iklan, pajangan di pameran-pameran sebagai sales promotion girl (SPG), dan budaya pop yang cenderung menjadikan perempuan sebagai obyek seksual.
Selain itu, ia juga mendorong agar ada perlindungan terhadap hak kesehatan reproduksi perempuan, seperti cuti haid, melahirkan, dan menyusui, serta hak pemeliharaan kandungan.
Lihat juga:Cara Unik Google Rayakan Hari Perempuan |
"Demo ini adalah suatu bentuk upaya kami untuk memutar balik semua janji Jokowi bahwa bukan Nawacita rezim mereka yang berlangsung saat ini, melainkan Nawaduka perempuan Indonesia," ujarnya. (yul)