Sampel urine milik Nofiadi kini masih diteliti petugas untuk memastikan penyalahgunaan narkotik yang diduga dilakukannya.
Lihat juga:BNN Temukan Tiga Narkotika Jenis Baru |
Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sumsel Ajun Komisaris Besar Minal Alkarhi mengatakan, pengembangan masih dilakukan sehingga belum bisa disampaikan detail soal penangkapan tersebut.
"Masih dalam proses, belum bisa saya sampaikan ini masih pengembangan BNN pusat. Tunggu pengembangan lebih lanjut," kata Minal seperti diberitakan Detikcom.
Nofiadi ditangkap di rumah orang tuanya di Kecamatan Gandung, Kota Palembang tadi malam. Proses penangkapan cukup memakan waktu karena ada sejumlah orang yang menghalang-halangi petugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam menangani itu harus hati-hati karena harus ada barang buktinya, harus tangkap tangan," ujarnya.
Buwas, sapaan Budi, mengatakan, laporan soal dugaan penyalahgunaan narkotik oleh Nofiadi diterima BNN sebelum ia menjadi Bupati.
"Sudah ada laporan, kami intai dan dalami. Laporan itu belum tentu benar, siapa tahu hanya persaingan pilkada, waktu ia baru aja dilantik," kata Buwas. (sur)