Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Komisaris Besar Raden Purwadi menuturkan, informasi peredaran itu bermula dari laporan tentang jual-beli narkotik di beberapa tempat hiburan malam.
Purwadi menjelaskan, sindikat tersebut mengemas sabu dan ekstasi dengan body wrapping. Mereka lantas mengirim narkotik itu via jalur udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui serangkaian penindakan, Purwadi berkata, personelnya menangkap tiga warga Bali yang diduga berkaitan dengan narapidana pengendali jual-beli narkotik.
Putu Leon disebut penyidik berperan sebagai pemodal yang menjalin komunikasi dengan bandar yang ada di luar negeri.
Menurut Purwadi, jika kesepakatan dengan bandar tercapai, Putu Krecek kemudian mengambil narkotika di lokasi tertentu yang sebelumnya telah ditentukan DN.
"Terkahir dari Putu Krecek, narkoba diserahkan kepada Cahyadi untuk diedarkan di tempat-tempat hiburan di Denpasar," katanya.
Penyidik akan menerapkan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kepada keempat tersangka itu. Vonis terberat yang menanti mereka adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. (abm)