"Karena itu yang paling berperan penting dalam mewujudkan perdamaian di Papua saat ini adalah Presiden Jokowi," kata Koordinator Tim Papua LIPI Adriana Elizabeth, di Jakarta, Kamis.
Lihat juga:Katanya, 'Surga' Ada di Indonesia |
Apalagi pada kunjungan terakhir di Papua pada 2015 lalu, Presiden Jokowi sudah menyatakan kesediaannya untuk berdialog dengan siapa pun. Karena itu, Tim Papua LIPI menyerukan adanya dialog nasional untuk membahas permasalahan di Papua.
Namun, sebelum dialog nasional diselenggarakan, Tim Papua LIPI merekomendasikan empat rangkaian dialog pendahuluan yang dapat dilakukan secara paralel. "Dialog yang pertama adalah antara Presiden Jokowi dengan tiga pilar di Tanah Papua, yaitu pemerintah daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat, DPR Papua dan DPR Papua Barat, serta Majelis Rakyat Papua dan Majelis Rakyat Papua Barat," ujarnya lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Adriana menilai pemerintah masih menganggap dialog sebagai sesuatu yang tabu. Ada ketakutan dialog akan mengarah pada keinginan masyarakat Papua untuk merdeka.
"Dialog bukan bicara posisi, tetapi membicarakan kepentingan yang berbeda," ujarnya pula. (antara/sip)