"Pada tahun 2013, terdapat 5.019 kematian ibu, tahun berikutnya turun menjadi 4.925 kasus, dan tahun lalu sebanyak 4.809 kematian," ungkap Kepala Subdit Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja, Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Dokter Christina Manurung, Jumat (18/3). Menurut Christina jumlah kematian ibu berbanding lurus dengan jumlah penduduk di wilayah tersebut.
Dalam tiga tahun terakhir Jawa barat menjadi provinsi dengan jumlah kematian ibu terbanyak dengan angka mencapai lebih dari 800 kematian, diikuti Jawa Tengah dengan lebih dari 600 kematian dan Jawa Timur mencapai 500 kematian. Sementara tiga terendah yakni D.I Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung dan terakhir Kalimantan Utara sekitar 10-20 kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah kematian ibu sebesar 31 persen atau 1435 kematian disebabkan karena perdarahan, lain-lain sekitar 28.4 persen, hipertensi 26 persen, gangguan sistem perdarahan 6.9 persen, infeksi 6 persen dan gangguan metabolik 1.33 persen.
Untuk menanggulangi masalah ini Kementerian Kesehatan mengupayakan pencegahan melalui program kesehatan dan gizi berbasis masyarakat dengan memberikan Multiple Micro Nutrient bagi ibu hamil dan suplemen untuk wanita usia subur. (bag)