"Banyak kelompok yang intoleran dan tidak menghargai kebebasan berekpresi. LBH melihat, kondisi ini memprihatinkan," kata Alghiffari Aqsa di Gedung LBH Jakarta hari ini.
Dia menuturkan, banyak penolakan penyelenggaran diskusi terkait pemikiran kiri atau progresif. Larangan juga diberikan apabila diskusi bertema LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dan keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan kedua, LBH ingin menjadi rumah bagi pejuang keadilan sosial seperti saat orde baru menuju reformasi. "LBH dianggap lokomotif demokrasi saat itu. Ini momen LBH kembali jadi rumah yang aman bagi seluruh aktivis," tututrnya.
Sebelumnya, festival Belok Kiri batal diselenggarakan. Pada 27 Februari, penyelenggaraan festival Belokkiri di Taman Ismail Marzuki batal dilakukan karena disebut tak mengantongi izin.
Festival Belok Kiri di LBH Jakarta diawali diskusi "Apa itu Islam Progresif?" pada pukul 12.30 WIB. Festival dilanjutkan pemutaran Film Pulau Buru Tanah Air Beta yang sempat mengalami penundaan saat pertama kali diputar, dan diskusi "Media Sosial Sebagai Senjata". (rdk)