Earth Hour merupakan sebuah gerakan yang dikampanyekan oleh World Wide Fund for Nature (WWF). Kegiatan kampanye mereka berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah atau perkantoran selama satu jam penuh.
Ide tercetus ketika WWF Australia berusaha mencari solusi baru menanggulangi masalah perubahan iklim yang semakin parah. Mereka lantas bertemu dengan sebuah biro iklan, Leo Burnett Sydney, untuk mendiskusikan ide-ide melibatkan warga Australia dalam kampanye isu perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek mereka semakin berkembang, sampai akhirnya pada kurun tahun 2006-2007 konsep Earth Hour tercetus. Dalam promosinya, mereka juga melepas sebuah film tentang isu perubahan yang turut menampilkan aktivis dunia Al Gore.
Tiga tahun berselang, gerakan padam lampu itu semakin menarik perhatian dunia. Sebanyak 192 negara pada Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kopenhagen, Denmark, sepakat mengadakan kampanye Earth Hour di seluruh dunia.
Earth Hour 2011 adalah Earth Hour pertama yang melampaui waktu pemadaman satu jam.
Indonesia mulai mengadopsi gerakan Earth Hour pada 2009. Aksi padam lampu itu mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah pun mendukung penuh gerakan hemat listrik tersebut.
Malam ini sejumlah wilayah di Indonesia kembali memeriahkan gerakan Earth Hour. Kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan telah ditetapkan sebagai pusat kegiatan Earth Hour di Indonesia.
Di Jakarta, sedikitnya enam titik lokasi akan mengalami pemadaman listrik, yakni kawasan Balai Kota DKI, Monas, kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, dan gedung di sekitaran segitiga Monas.