"Kalau hapus prostitusi saya tidak sanggup tapi kalau tutup lokalisasi saya bisa yang penting jangan banyak sosialisasi," kata Ahok usai pertemuan tersebut.
Ahok menyepakati komitmen penutupan lokalisasi ini juga untuk memperluas jalur hijau dan fasilitas umum di ibu kota Indonesia ini. Eks politikus Gerindra ini juga sepakat untuk tak mengalihkan lahan lokalisasi untuk perumahan dan mall.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak bisa hapus prostitusi. Tempat kos dan apartemen bisa jadi tempat prostitusi. Di rumah juga bisa, kantor juga bisa. Beliau (Tjahjo) bilang cuma tidak mau ada kampung kaya Kalijodo, kalau itu saya bisa. Kalau prostitusi kaya tukang pijat dan hotel susah," ucapnya.
"Lokalisasi ditutup tidak untuk perumahan, tidak untuk mall, tetapi untuk fasilitas umum, jalur hijau dan sebagainya. Banyak kota-kota besar yang mempunyai lokalisasi, banyak yang di tengah kota. Kami ingin menertibkan," kata Tjahjo usai bertemu Ahok.
Kawasan lokalisasi dinilai mengganggu lingkungan sekitar dan ketertiban di wilayah tersebut. Untuk menghapus kawasan tersebut, Tjahjo meminta Risma dan Ahok untuk bercerita soal penertiban Kalijodo, Kramat Tunggak, Dolly di Surabaya, dan lainnya.
"(Pertemuan dengan Wali Kota) nanti menunggu semua Kepala Daerah hasil Pilkada serentak, nanti dipanggil oleh Bapak Presiden. sekaligus yang pertama nanti kita ajak keliling ke DKI sama ke Surabaya, menyangkut lingkungan, KTP, narkoba, dan sebagainya," kata Tjahjo. (rdk)