"Sudah kita tangkap 83 orang, sedang kita proses apakah menjadi tersangka atau tidak," kata Nandang di Kantor Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (22/3).
Nandang menjelaskan, dari 83 orang tersebut, kepolisian masih mendalami pihak-pihak yang terlibat. Dia hanya menyebutkan, dari jumlah itu, terdiri dari pengemudi taksi dan transportasi berbasis daring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 17 kendaraan, terdiri dari taksi dan sepeda motor," kata Nandang.
Anggota Satuan Petugas Gojek, Rohim membantah jika mereka akan melakukan balas dendam. Kendati demikian ia mengakui ada beberapa pengendara Gojek yang diberhentikan sopir taksi dan bajaj hingga dipukuli.
"Mereka ini sebenarnya hanya terpancing informasi yang kurang jelas. Kita sudah imbau jangan sampai terpancing, dari TVRI kita arahkan pulang jangan sampai bentrok," ujar Rohim di Mapolda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti juga telah mengatakan, sebanyak empat pedemo transportasi online diamankan di Polda Metro Jaya. Mereka diamankan karena dugaan terkait aksi anarkis. (pit)