Ahok, sapaan Basuki, terpantau hadir di acara tersebut sejak pukul 18.55 WIB. Saat ia datang, acara peluncuran buku tersebut baru masuk tahap pembukaan dan diskusi yang dimoderatori oleh Butet.
Saat membuka acara dan melihat Ahok datang, Butet pun langsung memberikan tanggapan dari atas panggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu, Pak Ahok datang. Saya heran juga dia datang. Soalnya ada sampingannya yang bilang selalu kan, ya ada yang bilang. Terus bully-nya saya tuh," kata Megawati disambut tawa para tamu.
Sindir Wartawan
Selain menyindir Ahok, Megawati juga menyempatkan diri memberi kritikan kepada para wartawan di Indonesia. Menurutnya, saat ini mayoritas wartawan tak lagi mengerti arti perjuangan bangsa melalui dunia jurnalistik.
"Tidak ada roh yang bisa in touch kepada sebenarnya perjuangan bangsa dan negara. Kenapa sih orang selalu menyindir saya? Mungkin kalau saya dekat dengan Jaya Suprana saya sudah dapat rekor MURI dalam hal pembullyan," katanya.
"Kode etik jurnalistik dewasa ini makin menurun. Artinya, masa akan dibuat sedemikian rupa terus negara kita ini," ujar Megawati melanjutkan.
Buku mengenai Megawati yang diluncurkan malam ini ditulis oleh 22 orang berlatarbelakang wartawan. Tulisan 22 wartawan itu tak hanya memotret gambaran Megawati sebagai perempuan yang bersahaja, ibu rumah tangga, seorang istri, politikus, Ketua Umum Partai, Wakil Presiden, dan Presiden.
"Megawati Soekarnoputri sekaligus menjadi pandora yang menguak sisi kelam sejarah transisi pemerintahan Soeharto ke masa reformasi," ujar humas acara tersebut, Ari Junaedi, dalam keterangan tertulis yang diterima. (bag)