"Saya kira ini bukti bahwa di lembaga pemasyarakatan itu memang masih banyak dikuasai mafia atau para jaringan bandar-bandar narkotik," kata Sudding di Kantor DPP Hanura, Jakarta, Sabtu (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, kata Sudding, kinerja petugas rutan atau lembaga pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM harus dievaluasi Presiden Joko Widodo. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga diminta untuk tidak hanya membuat pernyataan seolah-olah lapas atau rutan sudah dalam kondisi baik.
Kepala Humas Badan Narkotika Nasional Kombes Slamet Pribadi menyatakan narapidana yang tersangkut narkotik rentan memberontak terutama kepada aparat.
"Tahanan narkotik itu sering bermasalah secara sosial. Kecenderungan mereka untuk memberontak lebih lebih besar," kata Slamet.
Pernyataan itu disampaikan oleh Slamet menanggapi kerusuhan yuang terjadi di Rutan Bengkulu semalam. Narapidana rusuh saat petugas hendak mengamankan terpidana narkotik.
Keributan tak terhindarkan sampai akhirnya berujung pada kebakaran rutan. Lima tahanan menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut.
Kepolisian Resor Kota Bengkulu mengidentifikasi lima korban tewas yang terbakar akibat kebakaran Rumah Tahanan Negara Malabero Kota Bengkulu yang terjadi kemarin malam.
Kapolres Kota Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta lima korban tewas menempati kamar blok narkotika dan obat-obatan terlarang. Diketahui nama-nama korban yakni, Agung Nugraha, Heru Biliantoro, Agus Purwanto, Hendra Nopiandi, dan Medi Satria.
"Posisi korban yang meninggal tersebut di dalam sel nomor tujuh," kata Ardian. (gil)