Pantauan CNN Indonesia, puluhan buruh memadati ruang sidang Kartika IV di PN Jakpus untuk menyaksikan jalannya persidangan, Senin (28/3). Aparat kepolisian mengawal ketat jalannya persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum.
Polisi juga tidak memperbolehkan ratusan pengunjung yang ada di luar ruang sidang untuk masuk lantaran situasi di dalam ruang sidang penuh sesak. Ruang sidang Kartika IV memang berukuran kecil dibandingkan ruang sidang Kartika I ataupun II yang biasanya digunakan untuk persidangan perkara korupsi.
Sementara itu, ratusan buruh lainnya yang sejak pukul 11.00 WIB menggelar unjuk rasa di depan PN Jakpus agar sidang tersebut dibatalkan juga terus melakukan aksinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada 21 Maret 2016 ratusan buruh dari berbagai organisasi juga melakukan unjuk rasa di depan PN Jakpus. Para buruh menuntut agar rekan-rekannya dibebaskan. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan 'Stop Kriminalisasi Aktivis dan Bebaskan 26 Aktivis Buruh' di depan halaman PN Jakpus.
Para buruh mengaku akan terus melakukan aksi secara bergelombang mulai 1 April hingga puncaknya pada peringatan May Day pada (1/5). Kriminalisasi tidak akan menghentikan perjuangan kaum buruh untuk menuntut PP Pengupahan dicabut. (sip)