Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso mengkonfirmasi kepada media, kabar penyanderaan tersebut memang benar. "Itu terjadi pada hari Sabtu yang lalu," ucapnya, Senin (28/3) malam, seperti dilansir Detikcom.
Terhadap kasus tersebut, beberapa lembaga pemerintah di sektor pelayaran, keamanan serta pertahanan, telah berkoordinasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koordinasi penanganan kasus sedang dilakukan," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengaku masih menggali keterangan terkait penyanderaan terhadap kapal tunda bernama Brahma 12 itu.
“Kami sedang mengonfirmasi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir.
Para awak kapal tersebut dikabarkan tidak berada di dalam kapal saat Brahma 12 diperiksa Kepolisian Filipina. Kapal tunda yang biasa dioperasikan untuk menarik kapal tongkang itu ditemukan dalam keadaan kosong.
Brahma 12 yang mengangkut batubara bertolak dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Filipina pada 15 Maret. (abm)