"Kita belum bisa menjelaskan penyebab dari bom yang meledak saat pelatihan sekuriti di Universitas Haluoleo Kendari. Tim Gegana Brimob Polda masih menyelidikinya," kata Kapolda kepada pers di luar gedung tempat bom meledak di Kendari, Selasa.
Menurut Kapolda, bom berupa granat yang menewaskan empat orang peserta pelatihan, termasuk satu anggota Gegana Brimob Polda Sultra itu meledak saat pelatih hendak memperagakan cara-cara menjinakan bom.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kapolda Agung pelatihan bagi sekuriti Universitas Haluoleo Kendari tersebut direncanakan akan berlangsung selama dua minggu.
Kejadian nahas tersebut kata dia, terjadi setelah satu minggu dari dua minggu jadwal pelaksanaan pelatihan yang direncanakan.
"Kami jajaran Polda Sultra bersama Universitas Haluole sangat berduka atas musibah ini," ujarnya. (pit/antara)